Penyejuk Qalbu di pekan kedua bulan Februari 2015
DI PUBLIKASI YUDHI WIJAYA DALAM BERITA 12/02/15 565x
Kamis, 12 Februari 2015, bertempat di Mushollah Pengadilan Agama Unaaha, ba’da shalat ashar secara berjamaah, para Jama’ah kemudian membentuk majelis yang dilanjutkan dengan kultum. Bertindak sebagai penyaji kultum adalah bapak wakil Ketua Pengadilan Agama Unaaha Drs. Akramudin, M.H.

Tema kultum yang diangkat sebagai penyejuk qalbu pada sore hari ini adalah 3 Jalan menuju taqwa. Di awal kultumnya pak Akram (sapaan akrab Drs. Akramudin, M.H) mengangkat suatu riwayat yang sahih yang disebutkan bahwa Umar bin Khattab r.a bertanya kepada sahabat Ubay bin Ka’ab r.a tentang taqwa. Ubay bertanya kembali, “Bukankah anda pernah menjalani jalan yang penuh duri?”, “ya”, jawab Umar “ Apa yang anda lakukan saat itu?”, “saya bersiap-siap dan berjalan dengan hati-hati”. “itulah taqwa yang sebenarnya” kata Ubay bin Ka’ab r.a., berdasarkan jawaban Ubay atas pertanyaan Umar, Sayyid Quthub berkata dalam tafsir Az-Zhilal, itulah taqwa, kepekaan batin, kelembutan perasaan, rasa takut terus menerus selalu waspada dan hati-hati jangan sampai terkena duri jalanan…jalan kehidupan yang selalu ditaburi duri-duri godaan dan syahwat, kerakusan dan angan-angan kekhawatiran dan keraguan. Ketakutan palsu dari sesuatu yang tidak wajar untuk ditakuti dan masih banyak duri-duri yang lain. Hakikat taqwa adalah kesungguhan dan kehati-hatian terhadap apa yang dilarang Allah SWT.

Kemudian pak Akram mengemukakan suatu hadits:
?? ??? ?? ???? ?? ????? ???? ????????? ???? ?? ??? ??? ???? ????? ?? ???? ???? ??? ???? ???? ???? ??? " ??? ???? ????? ??? , ????? ?????? ?????? ????? ????? ????? ???? ??? " ???? ??????? , ???? : ???? ??? ??? ??? ????? : ??? ???? Dari Abu Dzar, Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdurrahman, Mu’adz bin Jabal radhiyallahu 'anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda : “Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan susullah sesuatu perbuatan dosa dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya dan bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik”. (HR. Tirmidzi, ia telah berkata : Hadits ini hasan, pada lafazh lain derajatnya hasan shahih) [Tirmidzi no. 1987]
SYARH AL-KALIMAT "??????" "Taqwa" : secara bahasa adalah menjadikan pelindung, atau batas yang menghalangi dan melindungi diri dari sesuatu yang di waspadai. ????? ???" " " di mana saja engkau berada", Dimanapun dan kapanpun kamu berada, disaat sendiri atau bersama-sama, ketika manusia melihatmu dan ketika mereka tidak melihatmu.
????" " "susullah", lakukanlah seketika (tanpa menundanya). ?????" " "menghapuskannya" menghapusnya dari kitab-kitab malaikat pencatat amal dan mengangkat hukuman yang akan menimpa.
"???? ?????""bergaullah sesama manusia" bersungguh-sungguhlah bertingkah lakulah. ???" " "akhlaq" perangai yang menghasilkan tabiat/kebiasaan, terkadang disifati dengan kebaikan dan terkadang disifati dengan keburukan. Al-Hasanah : yaitu seluruh perbuatan yang dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan sebaik-baik khasanah adalah taubat, istighfar, ibadah kepada Allah dengan berdzikir, mencintai, takut, berharap, semangat dalam(mencari) keutamaan dari-Nya.
SYARH AL-HADIST Di dalam hadist ini terdapat tiga wasiat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :
1. ??? ???? ????? ??? Artinya “Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada”. Taqwa kepada Allah adalah menjauhi hal-hal yang di larang dan melaksanakan hal-hal yang di perintahkan. Hendaknya engkau melaksanakan perintah Allah dengan ikhlas dan mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, meninggalkan larangan-larangan Allah dan yang di haramkan oleh-Nya.
2. ???? ?????? ?????? ????? Artinya “susullah sesuatu perbuatan dosa dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya”. Jika kamu berbuat kejelekan maka susullah perbuatan itu dengan kebaikan karena kebaikan menghapus kejelekan dan hendaknya bertaubat kepada Allah karena taubat merupakan sebaik-baik perbuatan, sebagaimana firman-Nya di surat Al-Baqarah : 222. ????? ??????? ??????? ?????????????? ????????? ????????????????? “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri”
3. ???? ????? ???? ??? Artinya “bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik” Wasiat yang pertama dan kedua adalah muamalah kepada pencipta sedangakan wasiat yang ketiga adalah muamalah kepada sesama hamba, dengan cara berakhlaq muliya, memujinya dan tidak menghinanya, hal tersebut bisa dilakukan dengan menampakan wajah ceria, berkata jujur, biscara baik dan semisalnya dari akhlak-akhlak yang terpuji.
Maka ketiga wasiat Rasulullah yang telah saya kemukakan di atas merupakan tiga jalan untuk menuju taqwa, ujar Pak Akram. Dan marilah kita bersama-sama menjadi pribadi yang InsyaAllah lebih bertaqwa kepada Allah SWT, pungkas Pak Akram. _Humas_
Daftar Populer
Terbaru
Surat Dinas Pengisian e-survei [m0203-2024] 27 Sep 2024
Surat Dinas Surat keterangan sakit [m0079-2023] 08 Feb 2023
