Pencerahan Qalbu pada Kamis Sore di Pengadilan Agama Unaaha
DI PUBLIKASI YUDHI WIJAYA DALAM BERITA 07/03/14 787x
Rutinitas ba’da shalat azhar tiap hari Kamis pada pekan pertama dan ketiga ditiap bulan di Pengadilan Agama Unaaha adalah kuliah tujuh menit (kultum). Pada kesempatan kali ini bertindak sebagai penyaji kultum adalah Bapak Wakil Ketua Pengadilan Agama Unaaha, Bapak Drs. Akramudin, M.H.
Kamis, 20 Februari 2014, bertempat di selasar lantai II gedung Pengadilan Agama Unaaha, yang digunakan sebagai mushalla sementara pada Pengadilan Agama Unaaha, warga Pengadilan Agama Unaaha melaksanakan shalat azhar berjamaah yang dipimpin langsung oleh Bapak Wakil Ketua Pengadilan Agama Unaaha. Setelah shalat kemudian mc (master of ceremony),Wasek PA Unaaha, Aminuddin, SH, mengambil alih kegiatan selanjutnya, lalu membuka kultum dengan ucapan “Basmalah”, dan menyerahkan tongkat estafet kepada penyaji kultum.
Drs. Akramudin,M.H, sedang menyajikan Kultum yang didengarkan secara seksama oleh Majelis
Adapun Tema kultum yang dipaparkan oleh Pak Akram adalah “Tanda-tanda Kebesaran Allah bagi manusia/kaum yang berakal”. Tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berakal adalah adanya pergantian siang dan malam. Bagi orang yang mau menggunakan akal dan fikirannya sebenarnya pada pergantian siang dan malam, berbagai hewan dan binatang ternak, perkisaran awan yang beredar antara langit dan bumi, disana ada ayat tanda kebesaran dan kekuasaan Allah penguasa dan pencipta alam semesta. Allah SWT telah mengatur sedemikian rupa, indah, rapi dan alam semesta hanya tunduk pada satu aturan yang sangat teratur, itulah bukti tanda kekuasaan Allah yang Esa. Dilangit, bumi dan seluruh jagat semesta ada tanda kekuasaan dan keesaan Allah bagi orang yang mau menggunakan akal dan fikirannya. Begitu besar tanda-tanda yang diperlihatkan tersebut untuk kita dapat lebih mengenal Allah SWT, dan suatu karuniai dan nikmat yang tiada tara yang diberikan Allah kepada manusia adalah “akal’. Akal itulah yang membuat manusia kemudian dapat berfikir. “ ujar Akram”.
Dalam pergantian siang dan malam pun, merupakan karunia dan nikmat Allah yang Maha Agung, Dia telah menjadikan untuk hamba-hamba-Nya siang sebagai waktu untuk bekerja dan mencari penghidupan (harta). Serta menjadikan malam sebagai waktu untuk beristirahat. Pada siang hari manusia bekerja, mencari harta untuk kebutuhan dunia. Namun tidak jarang dari kita/manusia melalaikan kewajiban kita untuk beribadah, yang mana hal tersebut merupakan infestasi kita dihari akhir. Olehnya itu, lanjut pak Akram, kita harus senantiasa beribadah kepada Allah, dimulai dari hal yang kecil misalnya jika mendengarkan Azan berkumandang, maka segeralah untuk melaksanakan shalat, jangan menunda shalat untuk menyelesaikan pekerjaan atau hal-hal lain, sebab itu hanyalah untuk hidup duniawi saja. “pungkas pak Akram”. (Humas_admin).
Daftar Populer
Terbaru
Surat Dinas Pengisian e-survei [m0203-2024] 27 Sep 2024
Surat Dinas Surat keterangan sakit [m0079-2023] 08 Feb 2023
