..
Hubungi +62-408-2421187 Fax: +62-408-2421155 pada jam 08:00 - 16.00 WITA
E-mail: pa_unaaha@live.com

PEMBINAAN TEKNIS PERADILAN AGAMA OLEH DITJEN BADILAG SECARA VIRTUAL
Berbagai Permasalahan Praktik Eksekusi di Pengadilan


PEMBINAAN TEKNIS PERADILAN AGAMA OLEH DITJEN BADILAG SECARA VIRTUAL
Berbagai Permasalahan Praktik Eksekusi di Pengadilan

DI PUBLIKASI HARIS EKA PUTRA L. S.IP., M.M DALAM BERITA 10/09/21 69x

 

Unaaha || www.pa-unaaha.go.id

Salah satu masalah yang sering dikeluhkan oleh masyarakat pencari keadilan di pengadilan agama adalah mengenai eksekusi, sebab seringkali terjadi hambatan dalam proses eksekusi, yang pada akhirnya tertangguhkan. Padahal untuk memperoleh keadilan dan kepastian hukum atas perkara yang disengketakan, masyarakat mengeluarkan biaya besar serta memakan waktu.

Atas dasar hal tersebut Direktorat Jenderal Badan peradilan Agama melakukan kegiatan pembinaan teknis yustisial secara daring (online) yang mengangkat tema “Berbagai Permasalahan Praktik Eksekusi di Pengadilan” pada Jumat, 10 September 2021,  Hadir pada kegiatan tersebut Ketua, Wakil Ketua, Hakim serta dari Kepaniteraan Pengadilan Agama Unaaha.

 

Permasalahan eksekusi diangkat karena begtu pentingnya pelaksanaan putusan pengadilan dalam memberikan pelayanan yg memenuhi rasa keadilana, kepastian dan kemanfaatan masyarakat pencari keadilan

Kegiatan Pembinaan tersebut dibuka secara langsung oleh Dirjen Badilag, Dr. Drs. H. Aco Nur SH., M.H. Dalam sambutannya Dirjen Badilag menyampaikan bahwa masih banyak eksekusi yang belum diselesaikan maupun tertunda dalam waktu yang lama.“ berdasarkan data pertanggal 31 agustus 2021, ternyata masih terdapat 610 perkara permohonan eksekusi yg masih tertunda dan masih dalam proses sampai saat ini, bahkan ada diantaranya yangg tertunda bertahun-tahun  tanpa ada penyelesaian.”

Data tertunda permohonan eksekusi tersebut membuktikan bahwa tingkat kepastian hukum pelaksanaan putusan pengadilan masih perlu menjadi perhatian. “Tunggakan perkara eksekusi tersebut menjadi  pekerjaan rumah bagi bapak ibu pimpinan pengadilan agama serta mahkamah syariah” Terang H. Aco Nur.

 Lebih lanjut H. Aco Nur juga menekankan bahwa putusan pengadilan merupakan mahkota hakim, sedangkan eksekusi putusan merupakan mahkota pengadilan. Sehingga apabila eksekusi putusan tidak dapat dilaksanakan maka dapat mengakibatkan hilangnya kewibawaan Pengadilan.

Sementara itu, Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung RI Dr. H. Amran Suadi, S.H., M.H., M.M.  dalam paparannya terkait langkah mengatasi hambatan dalam pelaksanaan eksekusi dilapangan terutama masalah keamanan bahwa unsur keselamatan diri pribadi dari Jurusita yang melaksanakan eksekusi dilapangan harus menjadi prioritas utama. “Jangan sabung nyawa demi  harta orang, karena anak isteri menunggu dirumah, kalau memang tidak memberikan kenyaman dan keamanan ya mundur saja. Bukan berarti kita takut, kalau aparat kemanan tidak bisa (memberikan perlindungan) jangan kita, karena kita bukan aparat keamanan”. (hep)

Ada keluhan layanan atau aparat kami?