..
Hubungi +62-408-2421187 Fax: +62-408-2421155 pada jam 08:00 - 16.00 WITA
E-mail: pa_unaaha@live.com

MASIH JAUH DARI TARGET, KETUA PA UNAAHA DORONG PERCEPATAN PENYELESAIAN PERKARA

DI PUBLIKASI YUDHI WIJAYA DALAM BERITA 10/02/20 68x

Unaaha | www.pa-unaaha.go.id

"Total perkara tahun 2020 yang ditangani hingga saat ini sebanyak 111 perkara, persentase penyelesaian perkara dalam Aplikasi SIPP sebesar 56,25%, masih jauh dari target kepaniteraan sehingga perlu di tingkatkan dan genjot tingkat penyelesaiannya..." jelas Faryati Yaddi, SH, MH (Panitera Muda Hukum), di ruang rapat Pengadilan Agama Unaaha saat menyampaikan paparan kepaniteraan pada Rapat Evaluasi bulanan. (Senin, 10/02/2020).

"Jumlah perkara E-court yang masuk per akhir Januari sebanyak 17 perkara dan e-litigasi sebanyak 1 perkara, yang merupakan sisa perkara tahun lalu..." Lanjut Faryati.

Rapat evaluasi bulanan yang dipimpin oleh Najmiah Sunusi, S.Ag, MH Ketua Pengadilan Agama Unaaha dan di moderasi oleh Panitera Muda Hukum, berlangsung sejak pukul 13.00 WITA hingga selesai dihadiri oleh seluruh Hakim, pejabat, seluruh pegawai dan tenaga kontrak, kecuali yang menjalankan tugas pelayanan di PTSP dan yang melaksanakan dinas luar.

Menanggapi laporan tingkat penyelesaian perkara tersebut, Najmiah Sunusi menghimbau agar seluruh tenaga teknis yang terlibat, mulai dari Hakim, Panitera Pengganti dan Jurusita Pengganti, agar lebih memaksimalkan kinerjanya. 

"persentase penyelesaian rendah artinya perkara yang diterima lebih banyak daripada perkara yang putus, kemudian pembuatan BAS agar segera, jangan sampai ada penumpukan Berita Acara yang belum rampung hingga melewati satu bulan..." Kata Najmiah.


Foto. Suasana Rapat Evaluasi bulanan

Menyinggung adanya salah seorang Hakim yang masuk dalam gerbong mutasi TPM tenaga teknis Badilag, Ketua mengharapkan seluruh aparat Pengadilan Agama Unaaha agar tidak menyurutkan semangat untuk tetap maksimal dan memberikan yang terbaik.

"Jumlah Hakim Pengadilan Agama Unaaha saat ini 4 orang, kita bisa membuat dua majelis, tetapi kalau satu orang keluar maka tinggal 3 orang Hakim, sehingga hanya dapat membentuk satu majelis, barangkali nanti bisa kami usulkan untuk membentuk Hakim tunggal untuk persidangan

(yudh)

 

Ada keluhan layanan atau aparat kami?